Penyakit Sifilis

Penyakit Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya apabila tidak diobati. Penyakit ini disebabkan oleh treponema pallidum. Bakteri Treponema Pallidum masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, seperti selaput lendir di vagina atau mulut dan melalui kulit.

penyakit-sifilisBagaimana cara penularan Penyakit Sifilis?

Penularan sifilis biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti penularan melalui ibu ke anak dalam uterus. Ketika Treponema Pallidum menginfeksi maka bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, lalu menyebar keseluruh tubuh melalui aliran darah. Sifilis bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan. Seseorang yang pernah terinfeksi oleh sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali.

Bagaimana Gejala Penyakit menular seperti Sifilis?

Gejala sifilis dapat dilihat berdasarkan tahapan infeksi Treponema Pallidum menjadi empat fase, yaitu:

1. Fase Primer Sifilis

Ciri : Terbentuk luka akan muncul sekitar 3-4 minggu setelah infeksi.Luka atau ulkus yag tidak terasa sakit pada tempat terinfeksi, seperti pada penis, vulva, dan vagina. Ulkus juga ditemui di anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, dan jari-jari. Ulkus mulai timbul sebagai suatu daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi suatu luka terbuka tanpa disertai rasa sakit. Ulkus tersebut tidak mengelurkan darah, tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan bening yang menular.

2. Fase Sekunder Penyakit Sifilis

Ciri: Ruam kulit muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah infeksi. Ruam bisa hilang meskipun tidak diobati, tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam baru dan juga muncul ulkus di mulut. Penderita akan mengalami beberapa peradangan, seperti pelebaran dan pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya, peradangan mata, tulang dan sendi, ginjal, hati, juga selaput otak.

Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala,tetapi terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Penderita juga mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai rasa sakit. Peradangan pada ginjal bisa menyebabkan protein masuk kedalam urin. Peradanagan hati bisa menyebabkan penyakit kuning (Jaundice). Adapun peradangan pada selaput otak (Meningitis sifilitik akut) akan menimbulkan gejala seperti menyebabkan sakit kepala, kerontokan, kutulian, tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan anemia.

3. Fase Laten Penyakit Sifilis

Ciri: Pada fase ini tidak ada gejala sama sekali, seperti sembuh. Berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun, namun bisa muncul kembali yang didukung oleh beberapa faktor, seperti menurunnya sistem imunitas, perilaku seksual yang tidak sehat, pola makan yang tidak teratur, merokok, pola hidup yang tidak bersih, pemaparan ulang bakteri Treponema Pallidum.

4. Fase Tersier Penyakit Sifilis

Ciri: Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya, tetapi timbul berbagai gejala seperti sifilis tersier jinak, sifilis kardiovaskuler dan neurosiilis

5. Sifilis tersier jinak

Ciri: Adanya gumma (benjolan) diberbagai organ, tetapi yang paling sering adalah pada kaki dibawah lutut, batang tubuh bagian atas wajah, dan kulit kepala.

Beberapa gejala penyakit sifilis pada pria antara lain:

  1. Keluarnya cairan atu kotoran dari penis pada laki-laki. Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil. Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  2. Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  3. Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah. Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  4. Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.
  5. Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng. Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.

Beberapa gejala penyakit sifilis pada wanita antara lain:

  1. Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing seperti keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan.
  2. Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual. Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya. Adanya Lecet, luka kecil yang kadang sakit dan ada yang tidak terasa sakit yang disertai dengan adanya proses pembengkakan kelenjar getah bening.
  3. Adanya perubahan warna kulit dan mata. Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan.
  4. komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus.
  5. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

Penyakit sifilis dapat dicegah dengan cara seperti berikut:

1. dengan menggunakan kondom dan penggunaan yang tepat dari kondom itu sendiri. Namun, penggunaan kondom, tidak sepenuhnya menghilangkan risiko.

2. merekomendasikan hubungan jangka panjang dengan satu pasangan yang tidak terinfeksi.

3. menghindari zat seperti alkohol dan zat terlarang lainnya yang dapat meningkatkan risiko perilaku seksual.

4. tidak melakukan seks bebas dengan berganti-gati pasangan.

5. bersikap terbuka dengan pasangan dan membicarakan tentang riwayat penyakit sifilis yang pernah anda derita.

 

 


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Sifilis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>