Gejala Sifilis Fase Tersier

Gejala Sifilis fase tersier adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus). Penyakit sifilis yang diderita oleh ibu hamil apabila saat merasakan mulai adanya gejala penyakit ini muncul pada diri anda dan tidak segera dilakukan pengobatan maka akan mengakibatkan kecacatan pada anak yang adad dalam kandungannya.

Penyakit sifilis pada fase tersier, tidak lagi menularkan penyakitnya, namun timbul berbagai gejala seperti :

1. Gejala sifilis fase tersier Jinak

Ciri-Ciri :

Gejala sifilis fase tersier adanya gumma (benjolan) di berbagai organ, tetapi yang paling sering adalah pada kaki di bawah lutut, batang tubuh bagian atas, wajah, dan kulit kepala. Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya

2. Sifilis Kardiovaskuler

Ciri-Ciri :

Muncul 10-25 tahun setelah infeksi awal, penderita mengalami aneurisma aorta (kebocoran katup aorta) sehingga menyebabkan sakit pada dada, gagal jantung, atau kematian.

3. Neurosifilis

Ciri-Ciri :

Sifilis pada sistem saraf terjadi pada penderita yang tidak diobati, terdapat 3 jenis neurosifilis, yaitu :

a. Neurosifilis Meningovaskuler

Gejala : Pusing, sulit tidur, konsentrasi memburuk, kejang, kelelahan, kurang tenaga, kelainan mental, kelumpuhan anggota gerak pada separuh badan, gangguan bicara (afasia), pandangan kabur, pembengkakan saraf mata (papiledema) dan kelainan pupil.

b. Neurosifilis Paretic

Gejala : Mengalami demensia, sakit kepala, sulit tidur, lelah, mudah tersinggung, kurang konsentrasi, kejang, kesulitan dalam berbicara, kelumpuhan separuh badan, kemunduran dalam kebersihan diri dan kebiasaan berpakaian, depresi, dan penurunan persepsi.

c. Neurosifilis Tabetik

Gejala : Rasa sakit di tungkai, hilang keseimbangan tubuh, mengalami infeksi saluran kemih, impotensi, kejang, terbentuk luka di kaki dan menembus tulangnya, sendi sering mengalami cidera, serta gemetar pada bibir, lidah, tangan dan seluruh tubuh penderita.

Pencegahan penyakit sifilis yang dapat anda lakukan antara lain:

  • Cara yang paling tepat dan pasti untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual atau penyakit raja singa atau sifilis ini adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual secara bebas.
  • Pencegahan yang 100% efektif adalah menikah dengan perawan yang sehat. Jika belum dapat, lampiaskan birahi dengan melakukan mastrubasi.
  • Gunakan pengaman kondom dan pastikan anda menggunakannya dengan baik dan benar untuk mengurangi penyebaran penyakit sifilis.
  • Pastikan toilet yang digunakan bersih atau anda dapat mengelapnya dengan menggunakan tisu basah ataupun tisu yang sudah disediakan dalan kamar mandi. Dan usahakan untuk menghindari penggunaan toilet duduk di tempat umum seperti mall dan tempat umum lainnya.
  • Bersikap terbuka dan mau jujur dengan pasangan apabila anda memiliki penyakit menular seksual seperti sifilis.

Apabila anda sudah merasakan adanya gejala sifilis fase tersier muncul pada diri anda ada bailnya anda segera melakukan tes atau konsultasi kedokter. Untuk mengetahui apakan anda benar-benar terjangkit firus sifilis ini atau tidak. Anda tidak perlu khawatir sekarang banyak cara untuk menghilangkan sebuah oenyakit apalahi anda memiliki niat untuk sembuh.

Untuk menghilangkan Gejala Sifilis Fase Tersier dengan:

– Infeksi dini sebagai pilihan penyembuhan pertama bagi sifilis rumit tetap satu dosis intramuskular penisilin G atau satu dosis oral azitromisin. Doksisiklin dan tetrasiklin adalah pilihan lainnya yang dapat anda ambil. Karena pengibatan ini terdapat resiko kelainan janin maka dosisiklin dan tetrasiklin tidak direkomendasikan untuk ibu hamil meskipun ia sedang mengalami gejala sifilis fase tersier. Resistensi terhadap antibiotik telah berkembang pada sejumlah agen, termasuk makrolid, klindamisin, dan rifampin. Ceftriakson, generasi ketiga dari sefalosporin antibiotik, mungkin saja seefektif perawatan berbasis penisilin. Azitromisin termasuk dalam salah satu jenis antibiotik Macrolides, dimana obat generiknya sudah tersedia di Indonesia. Apabila dengan menggunakan satu dosis saja gejala sifilis fase tersier anda belum sembuh ada baiknya anda melakukan tes resistensi antibiotik untuk mengetahui antibiotik apa yang mempan untuk penyakit anda. Namun, Untuk anda melakukan tes resistensi antibiotik anda harus mencari laboratorium klinik yang melakukan tes dengan cukup lengkap.

– Infeksi akhir Bagi neurosifilis, akibat penetrasi yang lemah dari penisilin G ke dalam sistem saraf pusat. Mereka yang terkena dampak dari pinisilin G ini akan direkomendasikan untuk diberikan pinisilis intravena dosis tinggi paling tidak selama 10 hari. ika orang mengalami alergi, ceftriakson bisa digunakan atau desensitisasi penisilin dapat dicoba. Kemunculan akhir lain dapat diobati dengan penisilin G intramuskular sekali seminggu selama tiga minggu. Jika masih muncul alergi seperti diawal tadi, dabat digunakan doksisiklin atau tetrasiklin.

– Reaksi Jarisch-Herxheimer adalah salah satu efek samping yang akan muncul saat anda melakukan pengobatan gejala sifilis fase tersier ini. Reaksi Jarisch-Herxheimer sering dimulai satu jam setelah mengkonsumsi obat dan dapat bertahan selama 24 jam dengan gejala yang muncul seperti demam, nyeri otot, dan sakit kepala serta takikardia. Gejala takikardia isebabkan oleh sitokin yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap lipoprotein yang dikeluarkan dari bakteri sifilis yang pecah.

Semoga anda lebih mengerti dan mendalami tentang penyakit menular seksual ini. Apabila ada keluarga atau teman yang menderita gejala sifilis fase tersier anda dapat menerapkan apa yang sudah kita bahas diatas. Terima kasih.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Sifilis and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *