Gejala Penyakit Sifilis

Gejala penyakit sifilis dapat muncul pada siapa saja dan kapan saja. penyakit sifilis adalah penyakit menular seksual yang berbahaya jika kita tidak tanggap untuk segera melakukan pengobatan. Penyakit ini disebabkan oleh firus Treponema pallidum. Firus Treponema pallidum adalah firus yang tidak dapat hidup diluar tubuh manusia dan dapat berkembang dengan cepat didalam tubuh manusia.

Penyakit sifilis terutama ditularkan melalui kontak seksual atau penularan yang berlangsung selama masa kehamilan dari ibu ke janin yang ada dalam kandungan. Spiroseta mampu menembus membran mokusa yang masih utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vaginal, dan anal. Sekitar 30% sampai 60% dari anda semua yang terkena sifilis primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi penyakit yang akan langsung muncul gejala penyakit sifilis. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Gejala penyakit sifilis tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak.Penyakit Sifilis tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Gejala Penyakit Sifilis

Gejala Penyakit Sifilis

Gejala Sifilis dapat dilihat berdasarkan tahapan infeksi Treponema pallidum menjadi 4 fase, yaitu :

1. Fase Primer

Ciri-Ciri :

Sifilis primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain. Terbentuk luka di kulit segabai gejala penyakit sifilis dinamakan chancre akan muncul sekitar 3-4 minggu setelah infeksi. Pada lesi ini biasanya tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm. Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun. Luka atau ulkus yang tidak terasa sakit pada tempat yang terinfeksi, seperti pada penis, vulva dan vagina. Ulkus juga ditemui di anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, dan jari-jari. Ulkus mulai timbul sebagai suatu daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi sautu luka terbuka tanpa disertai rasa sakit. Ulkus tersebut tidak mengeluarkan darah, tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan bening yang menular. ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.

2. Fase Sekunder

Ciri-Ciri :

Ruam kulit muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah infeksi yang menjadi gejala penyakit sifilis. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa. ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrim, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.Ruam bisa hilang meskipun tidak diobati, tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam yang baru dan juga muncul ulkus di mulut. Penderita akan mengalami beberapa peradangan, seperti pelebaran dan pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya, peradangan mata, tulang dan sendi, ginjal, hati, juga selaput otak.

Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala penyakit sifilis, tetapi terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Penderita juga mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai rasa sakit. Peradangan pada ginjal bisa menyebabkan protein masuk ke dalam urin. Peradangan hati bisa menyebabkan penyakit kuning (jaundice). Adapun peradangan pada selaput otak (meningitis sifilitik akut) akan menimbulkan gejala seperti menyebabkan sakti kepala, kerontokan pada rambut, ketulian, tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam, dan anemia.

3. Fase Laten

Ciri-Ciri :

Pada fase didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit, seperti sembuh. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah sifilis sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah sifilis sekunder) . Gejala penyakit sifilis ini berlangsung selama bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun, namun bisa muncul kembali yang didukung oleh beberapa faktor, seperti menurunnya sistem imunitas, perilaku seksual yang tidak sehat, pola makan yang tidak teratur, merokok, pola hidup yang tidak bersih, pemaparan ulang bakteri Treponema pallidum. Awal sifilis laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir sifilis laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal sifilis laten.

4. Fase Tersier

Ciri-Ciri :

Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya, tetapi timbul berbagai gejala seperti sifilis tersier jinak, sifilis kardiovaskuler, dan neurosifilis. Gejala penyakit sifilis tersier ini terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal dan bisa dalam tida bentuk yang berbeda. sifilis gummatous (15%), akhir neurosifilis (6.5%),dan kardiovaskular sifilis (10%). Apabila anda tidak segera menjalani pengobatan, maka penyakit ini akan terus berkembang yang bukan termasuk dalam penular.

Gejala penyakit sifilis fase ini terjadi hingg 1 sampai 46 tahun setelah terinfeksi awal. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor. Bentuk dari gumma yang muncul dapat mempengaruhi kulit, tulang, dan liver yang bisa terjadi dimanapun.Sifilis kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme.

 


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Sifilis and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>