Cara Penularan Sifilis

Cara penularan Sifilis atau raja singa adalah dengan masuknya bakteri Treponema pallidum. penyakit sifilis atau penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Bakteri Treponema pallidum masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, seperti selaput lendir di vagina atau mulut dan melalui kulit.

Cara Penularan Penyakit Sifilis

Cara Penularan Sifilis

Sifilis terutama ditularkan melalui kontak seksual tetapi ada beberapa contoh lain seperti penularan melalui ibu ke anak dalam uterus. Ketika Treponema pallidum menginfeksi maka bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, lalu menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. spiroseta mampu menembus membran mokusa. Contoh Cara penularan penyakit sifilis adalah dengan seseorang yang disuntik menggunakan jarum suntik bekas dari orang yang positif meiliki penyakit sifilis. Sebagian besar (60%) dari anda memiliki resiko terserang penyakit sifilis apabila terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Cara penularan sifilis ternyata tidak ditularkan hanya lewat aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan ataupun pakaian.

Pada kondisi yang jarang terjadi di Indonesia, cara penularan sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi penyakit sifilis, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman dengan pasangan), atau bahkan cara penularan penyakit sifilis juga dapat melalui ibu yang terinfeksi kepada bayi dalam kandungan selama masa kehamilan atau persalinan.

Penanganan Sifilis

Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk penderita sifilis adalah  1. Tes Penyaringan seperti VDRL (Veneral Disease Research Laboratory) atau RPR (Rapid Plasma Reagin). 2. Tes Antibodi, seperti FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption)

1. Tes Penyaringan

Tes penyaringan mudah dilakukan dan biayanya terjangkau meskipun perlu dilakukan tes ulang karena pada beberapa minggu pertama sifilis primer hasilnya bisa negatif

2. Tes Antibodi

Tes antibodi adalah tes yang dilakukan terhadap bakteri penyebab sifilis. Salah satu pemeriksaan ini adalah tes FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption) yang digunakan untuk memperkuat hasil tes penyaringan yang positif. Pada fase primer atau sekunder, diagnosis sifilis diambil berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis terhadap cairan dari luka di kulit atau mulut. Selain itu, bisa juga menggunakan tes antibodi pada sampel darah.

Pengobatan pada penderita sifilis biasanya menggunakan antibiotik penicilin. Jika penderita alergi terhadap penisilin, bisa diberikan doksisiklin atau tetrasiklin per-oral selama 2-4 minggu. Penderita sifilis fase primer atau sekunder bisa menularkan penyakitnya. Oleh karena itu, penderita harus menghindari hubungan seksual sampai penderita dan mitra seksualnya telah selesai menjalani pengobatan. Namun, karena malu banyak penderita yang menjalani pengobatan tanpa konsultasi pada ahlinya sehingga penyakitnya bertambah parah.

3. Pengujian langsung

Pengujian yang dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop medan gelap. Namun tidak semua rumah sakit memiliki perlengkapan untuk melakukan tes langsung ini dan tidak semua rumah sakit pula yang memiliki staff yang ahli untuk melakukan pemeriksaan ini. Sensitivitastelah dilaporkan hampir 80%, sensitivitas dan spesifitas hanya dapat digunakan untuk konfirmasi diagnosis tapi bukan satu-satunya aturan.

Pencegahan Sifilis

Pencegahan yang paling efektif tentunya adalah tidak berhubungan langsung dengan orang yang memiliki penyakit kelamin menular atau penyakit sifilis. Setia pada satu pasangan dan tidak gonta-ganti pasangan adalah lebih baik bagi kehidupan seksual yang sehat. Mulai berhenti untuk tidak melakukan kontak seksual dalam jangka waktu yang lama yang dapat menjadi cara penularan sifilis. Mulai belajar untuk menghindari minum-minuman yang mengandung alkohol dan mulai berhenti menggunakan obat-obatan terlarang terutama dengan menggunakan alat suntik.

Cara penulara sifilis lainnya dengan membicarakan secara terbuka dengan pasangan mengenai riwayat penyakit sifilis yang pernah anda alami. Mulai membiasakan diri menggunakan kondom apabila akan melakukan hubungan seksual dengan pasangan atau dengan orang lain sekalipun dan pastikan anda telah menggunakan kondom tersebut dengan baik dan benar agar tidah menjadi alat sebagai cara penularan sifilis.

Orang yang rentan untuk cara penularan sifilis ini adalah:

– Seorang pria yang memiliki jalinan kasih dengan orang yang sesama pria atau sering kita kenal dengan nama homoseksual.

– Seseorang dari anda semua yang sudah terjangkit atau terinfeksi penyakit human immunodeficiency virus (HIV)

– Terlibat dalam sebuah aktivitas seksual yang berisiko sangat tinggi untuk cara penularan sifilis, termasuk hubungan seks tanpa menggunakan pengaman seperti kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan atau orang yang tidak puas dengan satu pasangan saja, melakukan hubungan seks dengan pasangan yang baru bahkan dengan orang yang baru dikenal, atau melakukan hubungan seks di bawah pengaruh obat-obatan terlarang atau minuman yang mengandung alkohol.

Gejala Sipilis Pada Wanita

Banyak penderita sipilis terutama wanita kurang mengenali gejala-gejalanya sehingga mereka baru menyadarinya ketika penyakit sipilis sudah memasuki stadium lanjut. Wanita lebih mudah terjangkit sipilis karena memiliki alat kelamin yang lebih lembab dan basah sehingga bakteri akan lebih mudah menginfeksi dan akan menjadi cara penularan sifilis dengan mudah.Perlu diketahui jika penyakit sipilis ditularkan melalui hubungan seksual.

Gejala Sipilis Pada Pria

Cara penularan sifilis biasanya akan muncul benjolan dan luka di sekitar alat kelamin.  Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi yang menjadi gejalanya. Biasanya tidak terasa sakit Dalam beberapa minggu luka akan hilang, tapi justru bakteri akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Pengobatan Penyakit Sifilis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Sifilis and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>